Senin, 19 September 2016

Tokoh Ekonomi Indonesia

Muhammad Hatta adalah seorang patriot bangsa yang mendedikasikan dirinya demi kesejahteraan rakyat dan bangsa indonesia. Hatta yang terlahir pada 12 Agustus 1902, mendapatkan pendidikan tingginya di Belanda.

Kehidupan mahasiswa yang begitu dinamis, mau tidak mau, menempa Hatta muda menjadi seorang manusia unggul yang sanggup berjuang demi kemerdekaan indonesia. Konsep ekonomi gotong royong yang didengung-dengungkannya akhirnya menjadi landasan sistem koperasi di Indonesia.
Saking getolnya dengan konsep ekonomi gotong royong ini, Hatta dijadikan bapak koperasi indonesia dan tanggal lahirnya diperingati sebagai hari koperasi. Kehidupannya yang sangat sederhana hingga untuk membeli sepasang sepatu bermerek pun beliau tidak mampu, sangat menginspirasi orang lain.

Kegilaannya akan buku dan membaca juga menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi generasi sekarang. Hatta yang masih sempat mencicipi kemajuan ekonomi indonesia sangat sadar bahwa bangsa indonesia yang sangat majemuk ini membutuhkan dukungan konsep ekonomi yang saling membantu. Bila konsep ekonomi saling menjegal yang diterapkan bangsa ini akan terpuruk ke dalam krisis ekonomi yang mungkin saja sangat sulit untuk dibenahi.

Sejarah Imam Ghazali

Imam Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan hujjatul islam (argumentator islam) karena jasanya yang besar didalam menjaga islam dari pengaruh ajaran bid’ah dan aliran rasionalisme yunani. Beliau lahir pada tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di Ghazalah suatu kota kecil yang terletak di Thus wilayah Khurasan yang waktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan didunia islam.

Beliau dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, ayahnya adalah seorang pengrajin wol sekaligus sebagai pedagang hasil tenunannya, taat beragama, dan mempunyai semangat keagamaan yang tinggi. Seperti terlihat pada simpatiknya kepada ulama dan mengharapkan anaknya menjadi ulama yang selalu memberi nasehat kepada umat.

Itulah sebabnya, ayahnya sebelum wafat menitipkan anaknya (imam al-ghazali) dan saudaranya (imam ahmad), ketika itu masih kecil dititipkan pada teman ayahnya, seorang ahli tasawuf untuk mendapatkan bimbingan dan didikan.

Meskipun dibesarkan dalam keadaan keluarga yang sederhana tidak menjadikan beliau merasa rendah atau malas, beliau semangat mempelajari berbagai ilmu pengetahuan,  dan dikemudian hari beliau menjelma menjadi seorang ulama besar dan seorang sufi.

Beliau wafat di Thus pada hari senin 14 jumadil akhir tahun 505 H dalam usia 55 tahun. Imam Ahmad berkata : “ketika itu hari senin, waktu shubuh saudara laki-lakiku abu hamid melakukan wudhu, lalu shalat, lalu berkata :” beri aku kain kafan.” kemudian dia mengambil dan menciumnya lalu meletakkan pada kedua matanya sambil berkata:” dengan mendengar dan patuh untuk menghadap sang raja.” Kemudian dia menjulurkan kedua kakinya menghadap kiblat dan wafat sebelum terbit terang. Semoga Allah S.W.T. mensucikan ruhnya. Al-Ghazali dimakamkan diluar kebun thabiran, yaitu pohon tebu di daerah Thus, semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat kepadanya

Matematika Yunani

Matematika yunani merujuk pada matematika yang ditulis di dalam bahasa yunani antara tahun 600 SM sampai 300 M. Matematikawan yunani tinggal di kota-kota sepanjang Mediterania bagian timur, dari italia hingga ke afrika utara, tetapi mereka dibersatukan oleh budaya dan bahasa yang sama. Matematikawan yunani pada periode setelah Iskandar Agung kadang-kadang disebut Helenistik.

Matematika yunani lebih berbobot daripada matematika yang dikembangkan oleh kebudayaan-kebudayaan pendahulunya. Semua naskah matematika pra-yunani yang masih terpelihara menunjukkan penggunaan penalaran induktif, yakni pengamatan yang berulang-ulang yang digunakan untuk mendirikan aturan praktis. Sedangkan matematikawan yunani menggunakan enalaran deduktif.

Matematika yunani diperkenalkan oleh Thales dari Miletus (kira-kira 624 sampai 546 SM) dan Pythagoras dari Samos (kira-kira 582 sampai 507 SM). Meskipun perluasan pengaruh mereka dipersengketakan, keduanya mungkin diilhami oleh matematika Mesir dan Babilonia. Menurut legenda, phytagoras melawat ke mesir untuk mempelajari matematika, geometri, dan astronomi dari pendeta mesir.

Thales menggunakan geometri untuk menyelesaikan soal-soal perhitungan ketinggian piramida dan jarak perahu dari garis pantai. Dia memperoleh penghargaan sebagai orang pertama yang menggunakan penalaran deduktif untuk diterapkan pada geometri. Hasilnya, dia dianggap sebagai matematikawan sejati pertama dan pribadi pertama yang menghasilkan temuan matematika. Phytagoras mendirikan Mazhab pythagoras, yang mendakwakan bahwa matematikalah yang menguasai semesta dan semboyannya adalah “ semua adalah bilangan”. Mazhab pythagoraslah yang menggulirkan istilah “matematika”, dan merekalah yang mengawali pengkajian matematika. Mazhab pythagoras dipercaya sebagai penemu bukti pertama teorema pythagoras, meskipun diketahui bahwa teorema itu memiliki sejarah yang panjang, bahkan dengan bukti keujudan bilangan irasional.

Eudoxus (kira-kira 408 SM sampai 355 SM) mengembangkan metode kelelahan, sebuah rintisan dari integral modern. Aristoteles (kira-kira 384 SM sampai 322 SM) mulai menulis hukum logika. Euklides (kira-kira 300 SM) adalah contoh terdini dari format yang masih digunakan oleh matematika saat ini, yaitu definisi, aksioma, teorema, dan bukti. Dia juga mengkaji kerucut. Bukunya, elemen, dikenal di segenap masyarakat terdidik di barat hingga pertengahan abad ke-20. Selain teorema geometri yang terkenal, seperti teorem pythagoras, elemen menyertakan bukti bahwa akar kuadrat dari dua adalah irasional dan terdapat tak hingga banyaknya bilangan prima. Saringan Eratosthenes (kira-kira 230 SM) digunakan untuk menemukan bilangan prima.

Archimedes (kira-kira 287 SM sampai 212 SM) dari Syracuse menggunakan metode kelelahan untuk menghitung luas dibawah bususr parabola dengan penjumlahan barisan tak hingga, dan memberikan perkiraan yang cukup akurat terhadap Pi. Dia juga mengkaji spiral yang mengharumkan namanya, rumus-rumus volume benda putar, dan sistem rintisan untuk menyatakan bilangan yang sangat besar.

Sejarah Penemu Nama Indonesia

Indonesia adalah sebuah negara yang terletak antara benua Asia dan Australia, yang secara geografis adalah negara yang terletak anatara 95°-141° Bujur timur, dan 6° lintang utara sampai 11° lintang selatan. Dari kajian sejarah, nama Indonesia ditemukan oleh James Richardson Logan dan George Samuel Windson Earl. Earl mengusulkan nama Indonesia dalam tulisannya “Journal Of The Indian Archipelago And Eastern Asia” volume IV tahun 1850. Earl punya dua calon nama yaitu Indunesia dan Maayunesia. Dia sendiri memilih nama Malayunisia karena nama ini sangat tepat untuk ras Melayu, sementara cakupan Indinesia terlalu luas. Tapi Lodan punya pendapat berbeda. Ia lebih senang memakai nama Indunesia, sebab nama itu lebih sinonim untuk Indian Island atau Indian Archipalego. Dalam perjalanan huruf “U” diganti huruf “O”, sehingga menjadi Indonesia. Orang yang merawat dan mengenalkan nama Indonesia ke seluruh dunia yaitu Bastian. Bastian adalah seorang dokter dan sekaligus antropolog. Ia seorang guru besar etnologi di Universitas Berlin.

Pada zamannya, Sebastian adalah seorang ilmuan yang handal. Dikenal dan diakui oleh ilmuan lain. Dialah yang mengantarkan etnolog dan antropologi hingga diakui sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan. Banyak harta peninggalan yang sempat dikumpulkan oleh Bastian yang dipergunakan untuk kajian antropologi. Namun yang paling populer adalah dua buah buku, yaitu Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipels yang terbit lima buku, dan buku Die Volkev Des Ostl Asien.

Ia menggunakan nama tersebut pada tahun 1884 dalam karangan ilmiahnya yang berjudul Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipels. Sejak itu nama indonesia makin populer digunakan untuk menyebut wilayah yang juga disebut sebagai Hindia Belanda. Kemudian seorang ahli hukum adat yang bernama C. Van Vollenhoven selalu menggunakan nama Indonesier untuk menggantikan nama Inlander dalam karangannya yang berjudul Het Adatrecht van Nederlands Indie.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Nama Indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesier (orang indonesia).

Nama Indonesia tersebut berasal dari bahasa Yunani. Dari kata Indo dan Nesos. Indo berarti india atau hindia, sedangkan Nesos berarti kepulauan. Dengan demikian arti nama Indonesia adalah kepulauan hindia atau india. Menurut Erl, alasan utamanya menggunakan kata Nesos adalah karena ia menduga kata Nusa yang sangat mirip dengan kata Nesos yang berarti juga pulau atau kepulauan dalam bahasa Melayu Austronesia, memiliki umur yang mungkin sama tuanya.

Sedangkan Logan dan kemudian Adolf Bastian mengikuti jejak Earl menggunakan kata Indonesia rupanya karena mendukung pendapat tentang ketuaan kata Nusa dan Nesos tersebut. Secara politik, istilah Indonesia untuk pertama kalinya digunakan oleh perhimpunan indonesia, yaitu organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar Indonesia di negeri Belanda pada tahun 1908. Organisasi tersebut pertama kali bernama Indische Vereeniging. Kemudian nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging pada tahun 1922. Selanjutnya pada tahun 1922 juga namanya diganti perhimpunan indonesia. Tahun 1928 kongres pemuda II di jakarta menggunakan istilah indonesia dalam hubungan dengan persatuan bangsa. Kongres pemuda tersebut pada tanggal 28 oktober 1928 menghasilkan sumpah pemuda yang didalamnya tercantum nama Indonesia. Istilah Indonesia secara resmi digunakan sebagai nama negara kita pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan proklamasi kemerdekaan indonesia.