Sabtu, 01 Oktober 2016

Hutan Rawa/Gambut Sebagai Cagar Biosfer Dunia

Saat ini semua negara sangat memperhatikan keberadaan hutan, termasuk Indonesia. Kerusakan hutan diakibatkan oleh faktor alam sendiri maupun oleh ulah manusia. Keberadaan hutan memberikan banyak keuntungan bagi manusia. Menurut Whitmore, 1984, dalam Mudiarso, dkk, 2004, beberapa fungsi hutan diantaranya :

1). Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen.

Kita semua tahu bahwa tumbuhan pada siang hari akan melakukan fotosintesis (proses memasak makanan) dengan bantuan sinar matahari. Proses fotosintesis dilakukan di daun. Akar tumbuhan akan mengambil sari makanan di tanah dan diolah di daun. Hasil dari proses fotosintesis ini akan menghasilkan oksigen. Oksigen sangat berguna bagi manusia dan hewan untuk bernafas.

Tumbuhan juga menyerap karbondioksida yang ada dialam, misalnya dari pembakaran yang tidak sempurna atau dari asap pembakaran mesin. Karbondioksida ini oleh tumbuhan akan diolah menjadi oksigen. Bayangkan bila tidak ada tumbuhan, maka karbondioksida akan menjadikan bumi ini semakin panas.

2). Melindungi tanah dan erosi

Erosi merupakan proses terpecahnya agregat (ikatan) tanah sehingga mengakibatkan butiran-butiran tanah dapat terlepas. Ada beberapa sebab terjadinya proses erosi ini, diantaranya oleh faktor hujan dan angin. Di Indonesia penyebab erosi terbesar adalah diakibatkan oleh air, baik oleh air hujan, aliran air, maupun gelombang.

Hujan yang turun memiliki energi/gaya untuk memecah ikatan tanah sehingga terlepas. Hal ini terjadi kalau tidak ada tanaman diatasnya. Apabila da tumbuhan, maka air hujan akan mengenai tumbuhan terlebih dahulu, sehingga energi hujan yang jatuh ke tanah tertahan oleh tumbuhan. Hal ini menyebabkan energi air hujan yang sampai ke tanah tidak terlalu besar sehingga tidak mampu memecah ikatan tanah, apalagi dibawah tumbuhan banyak seresah (sisa daun) yang menutupi tanah. Apabila tidak ada tumbuhan, air hujan akan langsung mengenai tanah dan air hujan tidak sempat meresap kedalam tanah, tapi langsung menjadi aliran permukaan dengan membawa tanah yang telah terlepas dari ikatan tanah tersebut. Dari aliran permukaan ini akan masuk ke sungai-sungai yang menyebabkan terjadinya sedimentasi/pendangkalan pada sungai. Pendangkalan sungai akibat erosi akan mempengaruhi perubahan ekosistem sungai, salah satu akibatnya adalah meluapnya sungai yang menyebabkan banjir.

Akar tumbuhan juga berfungsi untuk memperkuat ikatan tanah, sehingga akar berperan mencegah terjadinya erosi. Tanah yang tererosi merupakan tanah lapisan atas yang subur (lapisan humus). Apabila erosi ini tidak segera ditangani akan mengakibatkan tanah menjadi tandus. Apalagi di lahan-lahan yang memiliki tingkat kemiringan tinggi.

3). Penyedia air tanah

Sumber utama air tanah adalah dari air hujan. Air hujan akan masuk kedalam tanah yang didalamnya terdapat lapisan kedap air, sehingga air yang masuk kedalam tanah akan tertampung dan menjadi sumber air tanah. Seperti disampaikan didepan, bahwa hujan yang berlangsung ke tanah akan sulit menjadi sumber air tanah karena akan langsung menjadi aliran permukaan. Akan tetapi apabila hujan tersebut mengenai tumbuhan, energi air hujan sudah sangat berkurang sehingga sampai ke tanah memiliki kesempatan untuk meresap masuk kedalam tanah. Air tanah merupakan sumber air bersih bagi manusia.

4). Mengurangi pemanasan global (global warming)

Dalam bumi ini ada gas metan dan gas lain yang berbahaya apabila keluar dari bumi. Gas metan ini akan mengakibatkan terjadinya panas bumi (pemanasan global). Hutan memiliki peran penting dalam upaya mencegah gas metan ini keluar dari bumi. Sehingga pemanasan bumi dapat dicegah. Pemanasan bumi /pemanasan global akan mengakibatkan terjadinya perubahan musim dan juga mencairnya es yang berada dikutub utara maupun selatan yang mengakibatkan muka air akan naik, dimana Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan terhadap banjir.

Pemanasan global juga terjadi karena pengaruh matahari. Sinar matahari sangat berguna bagi kehidupan dibumi, akan tetapi apabila sinar matahari tersebut mencapai tanah secara langsung dapat menyebabkan ikatan tanah menjadi mudah terlepas dan rawan terjadi erosi bila terjadi hujan. Dampak lain adalah sinar matahari yang sampai ke tanah secara langsung akan dipantulkan lagi ke udara yang menyebabkan terjadinya tabrakan partikel-partikel sinar matahari yang datang dengan yang dipantulkan oleh tanah. Tabrakan partikel inilah yang juga menyebabkan terjadinya pemanasan atmosfer.

5). Tempat hidup satwa

Hutan merupakan tempat hidup berbagai macam tumbuhan dan hewan. Keberadaan mereka merupakan kesatuan ekosistem yang saling memiliki ketergantungan. Satwa yang ada dihutan memiliki peran penting dalam proses kesuburan tanah maupun persebaran berbagai jenis tanaman. Keanekaragaman hayati yang ada dihutan harus dipertahankan, sehingga tidak mengalami kepunahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar